Langka Sayuran di Inggris, Kok Bisa?

Beberapa hari lalu saya membaca berita tentang kelangkaan sejumlah sayuran di Inggris. Supermarket-supermarket besar seperti Tesco, Sainsbury’s dan Morrisons mulai menerapkan sistem jatah untuk lettuce, courgette, broccoli dan aubergine, dimana satu orang pelanggan hanya boleh mengambil maksimal 2-3 buah saja. Selain pembeli tidak lagi bisa membeli bulk alias grosir, harga yang dipasang juga sangat tinggi, bahkan hingga 3x lipat. Mengapa sampai bisa demikian? Padahal pertanian di Inggris bukannya yang tidak ada sama sekali seperti di Singapura, kan?

Photo by: Grant @snowandbeach

Mari kita lihat sekilas apa yang terjadi pada sektor agrikultur di Inggris.

Kondisi agrikultur Inggris

Menurut rilis statistik berjudul “British food and farming at a glance” dari Department for Environment Food & Rural Affairs UK yang dirilis 21 Maret 2016, pemetaan agrikultur UK seperti ini:

  1. 71% daratan UK, yaitu sekitar 17.2 juta ha, digunakan untuk pertanian.
  2. 19% dari lahan diatas digarap untuk gandum dan barley.
  3. 1% dari lahan pertanian digarap untuk hortikultura, yaitu sayuran dan buah.
  4. Sisa lahan digunakan untuk beternak sapi, babi, kambing, ayam, ikan, dan lainnya.

Sebenarnya, untuk soal swasembada pangan, Inggris itu 76% self-sufficient (production-to-supply ratio) alias cukup mandiri. Tetapi untuk bahan pangan yang dikonsumsi rumah tangga bergantung >80% pada impor dari negara-negara lain untuk bahan pangan dalam yang dibutuhkan jumlah besar yang tidak bisa ditumbuhkan di Inggris karena masalah iklim. Lalu pertanyaan selanjutnya muncul di kepala saya…

Apa sih yang dihasilkan agrikultur Inggris yang katanya sampai milyaran Poundsterling itu?

Ternyata, industri agrikultur Inggris yang menyumbangkan hingga 25.8 Billion GBP ke perekonomian mereka berasal dari:

  • Pangan: sereal, sayuran, kentang, minyak canola, dan buah-buahan
  • Daging: sapi, unggas, babi, kambing dan domba
  • Produk ternak: susu dan telur

Dari 3 kategori diatas, yang paling banyak menyumbangkan adalah sereal dan daging-dagingan. Jadi kelihatan kan, bertani sayuran disana tidak terlalu laku. Lebih menguntungkan buka usaha peternakan atau pertanian gandum dan kanola.  😆 

Melihat data-data singkat diatas, saya jadi penasaran…

Apa yang dikonsumsi penduduk Inggris, yaa?

Tadi diatas sudah tahu kan berapa nilai yang dihasilkan dari pertanian Inggris, kan. Nah, nilai konsumsi penduduknya lebih amazing lagi! Jumlahnya sekitar 112 Billion GBP (tahun 2014)! Rata-rata pengeluaran mingguan setiap orang yaitu:

  • Roti dan sereal: 6.14 GBP
  • Daging: 6.23 GBP
  • Ikan: 1.29 GBP
  • Susu, keju dan telur: 2.93 GBP
  • Buah: 2.32 GBP
  • Sayuran: 2.37 GBP

Waaaa, konsumsi sereal, roti dan daging paling besar! Sesuai sih dengan hasil terbesar sektor agrikultur mereka. Dan itulah mengapa membuka peternakan di Inggris lebih menguntungkan daripada kebun sayuran! 😆

Dan kemudian terjadilah “musibah” penjatahan pembelian sayuran…

Karena alasan iklim yang tidak sesuai untuk berkebun sayuran, Inggris jadi harus mengimpor sayuran dari negara tetangga seperti Spanyol dan Belanda, yang mana lebih besar hasil pertanian sayurannya. Mungkin karena iklim di Spanyol sedikit lebih hangat dan bersahabat, ya? Kalau Belanda, sebenarnya sama saja sih dengan Inggris. Tapi pertanian Belanda jauh lebih maju, dengan memanfaatkan teknologi modern dan juga membangun rumah kaca ukuran super besar untuk menanam berbagai jenis sayuran, buah, bahkan hingga bunga dan tumbuhan-tumbuhan lain. Jadi, lahan yang kecil tidak membuat Belanda tidak produktif, tetapi malah sebaliknya. 

Contoh kebun sayuran milik AP Holland

Kemudian, datanglah tamu tak diharapkan yaitu climate change! Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia ini juga menyerang sumber sayuran Inggris, yaitu Spanyol. Banjir bandang dan badai besar menyerang banyak sekali lahan pertanian di selatan Eropa. Hasilnya, tanaman yang bisa dipanen sangat sedikit, sehingga suplai ke berbagai pelanggan terganggu. Dan beberapa ahli meramalkan bahwa musibah ini akan bertahan sampai April hingga Mei. 

Kalau sudah begini, apa yang sebaiknya dilakukan?

Setelah munculnya permasalahan suplai sayuran di Inggris ini, justru banyak fenomena konsumen UK beralih ke pertanian rumahan. Apalagi, sejak pemerintah Inggris sampai memutuskan untuk mengimpor sayuran dari Amerika yang sebenarnya tidak terlalu jauh (tetapi ya lumayan juga, sih!), banyak orang mulai beralih ke pilihan yang lebih moderat tetapi lebih terjamin kualitasnya. Yang saya maksud disini, akhirnya orang-orang yang merasa tercekik dengan mahalnya harga sayuran impor di supermarket dan keterbatasan suplai beralih menanam sayurannya sendiri. Apalagi sayuran daun seperti lettuce dan rocquette sangat mudah dan cepat ditanam.

Sudah banyak juga pebisnis perkebunan yang memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk membangun pertanian dalam ruangan sehingga dapat menghasilkan sayuran yang lebih banyak, misalnya:

Growing Underground
GrowUp UK

Inisiatif semacam ini sangat baik dan harus direspon dengan cepat dan baik pula oleh pemerintah Inggris sebagai bentuk tanggung jawab atas sistem pangan yang rusak disana. 

Yah, semoga krisis sayuran di UK tidak sampai seperti yang diramalkan, ya. Nggak kebayang, bisnis F&B yang sangat tergantung pada sayuran mungkin akan juga mengalami krisis berkepanjangan, harga jadi semakin mahal. Wih!

Kalau kamu, pernah terpikir untuk menanam sendiri sayuranmu, nggak? Saya sedang berkolaborasi dengan Froyo Story untuk menanam sayur sendiri di kantornya, lho! Kalau ingin tahu, ikuti @kebuntania di Instagram dan cek tagar #TanamSayurmuSendiri ya… 😉

Yuk kita mulai swasembada sayuran untuk keluarga kita sendiri!

2 Comments

Leave your thought here ...

%d bloggers like this: